Opini
Jika para tokoh berpikir hanya politik uang apa kabar generasi muda masa depan
Oleh: Syukur Tadu
Dalam perpolitikan yang terbingkai dalam sistem demokrasi, diperlukan sekali manusia manusia yang jiwanya berorientasi pada kemaslahtan bermasa atau kebaikan bersama.
Meskipun tidak semuanya diatur secara normatif dalam aturan main sistem demokrasi dan negara hukum, yang menjamin terjaganya keseimbangan dalam kehidupan sosial dan politik, sebagai warga negara yang baik.
Dalam politik yang berbasis common good (kebaikan semua), maka manusia yang punya visi dan punya integritas serta kapabalitas adalah syarat akan bertumbuhnya kehidupan sosial yang sesuai semua harapan manusia.
Namun, dalam dinamika kehidupan sosial dan politik, tidak semua nilai idealis itu berjalan dengan mulus. Karena selalu di disrupsi oleh akal bulus, yang melancarkan berbagai macam modus.
Betapa tidak sedikit kita menemukan di lapangan perpolitikan dan kesosialan tindakan yang telah menerobos nilai moralitas, seperti perbuatan politik uang yang sudah menyubur di tengah tengah kehidupan politik dan sosial.
Celakanya budaya politik uang demi jabatan atau kekuasaan sudah menjadi tradisi dalam setiap event demokrasi seperti pemilu dan pilkada. Sehingga stigma kekuasaan adalah kotor atau politik busuk sudah melekat dibenak masyarakat kita.
Dampak dari politik uang sangat berbahaya bagi proses pendewasaan politik dalam sistem demokrasi. Karena uang sudah menjadi penentu untuk mencapai kekuasaan meskipun tidak dibarengi dengan niat untuk berkontribusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sehingga sudah menjadi lingkaran setan, atau kontradiksi antara cita cita mulia dari nilai demokrasi dengan relaitas praktik para pelaku politik.
Yang disayangkan adalah generasi muda, yang seharusnya menjadi agen perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, malah terkontamiasi dengan perilaku para tokoh di jalan yanh sesat tersebut, sehingga kian hari kian langkalah orang baik baik untuk bangsa dan negara ini. Terutama yang terjun dalam kekuasaan.
Semoga, para generasi uang akan datang bisa menakar, memilah lalu memilih mana tindakan yang menyehatkan perpolitikan negara dan bangsa indonesia. Untuk memutus mata rantai kebejatan politik uang dan lingkaran setan dalam kekuasaan yang membusuk