Opini
Kenapa Haji Uma Begitu Populer??
SELAPOST.COM - Awalnya Haji Uma dikenal luas oleh masyarakat hanya sebagai seorang pelawak dalam serial lokal "Empang Breuh" yang tergambar sangar, serius, keras, lurus, konyol dan kadang aneh. Tapi penampilan Haji Uma sangat ditunggu penikmat komedi Aceh.
Tanpa Haji Uma, Bang Joni tak akan lengkap sekalipun Yusniar bersamanya. Ketika semua masyarakat mabuk dengan dunia Internet yang masuk sampai ke desa-desa, Serial Empang Breuh tempat Haji Uma tampil tidak terlalu menjadi prioritas lagi.
Saya pribadi tidak lagi menunggu atau menonton Empang Breuh, sebab terlalu banyak alternatif untuk menyaksikan komedi-komedi lucu. Seperti dari YouTube misalnya. Tapi Haji Uma tetap dikenang masyarakat. Kenapa Haji Uma? Bukankah Ramlan Yahya, Firsa Agam, Bergek dan sederet artis lokal lain juga banyak. Yang lain juga di ingat, tapi karakter Haji Uma ini justru yang paling menarik. Saya akan bedah ini lain waktu.
Keluar dari konflik yang mencekam tentu saja adalah kelegaan bagi masyarakat Aceh. Konflik bukan hanya merenggut nyawa tapi juga merenggut senyum dari bibir masyarakat. Sedih dan tangis yang berkepanjangan ditutup peristiwa maha dasyat Tsunami tentu seakan diluar nalar manusia. Hingga ketika masa damai tiba, serial semacam Empang Breuh seperti menemukan air ditengah gurun sahara.
Walaupun sebelumnya juga ada komedi, tapi Empang Breuh menjadi serial baru yang lebih menarik. Serial yang hadir pada waktu dan masa yang tepat. Haji Uma Timingnya tepat. Angin syurga sibak rukok teuk dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh yang dikoar kombatan tak kunjung tiba. Bahkan berlawanan dari fenomena sebelumnya. Mereka yang berangkat dari hutan menuju kursi empuk menjadi lupa. Kaca mobil ditutup rapat. Terlihat klimis dan sangat elitis.
Walaupun sebagian masyarakat fanatik dengan GAM, tapi masyarakat membutuhkan sosok baru yang empati. Sama rasa dan bersama rakyat. Haji Uma berhasil melakukan ini. Kemenangan pertama Haji Uma menjadi Anggota DPD RI mungkin hanya karena ia terkenal sebagai tokoh lawak. Dan untuk level DPD Masyarakat kekurangan pilihan sebab syarat utama menuju DPD yang paling penting adalah populer karena daerah pemilihan yang begitu luas.
Tapi kemenangan Haji Uma yang kedua kali menyentak semua tokoh politik baik kalangan bawah maupun kalangan atas. Kenapa bisa Haji Uma mendapatkan hampir satu juta suara??? Empati. Ini yang langka dalam jiwa politisi kita. Mungkin ada yang punya jiwa empati, tapi publikasi yang kurang.
Saya meyakini Popularitas Haji Uma bukan popularitas dadakan. Ada yang membantu memback-upnya. Sehingga Haji Uma setenar sekarang. Tapi banyak juga yang di backup media, kenapa tidak sesukses Haji Uma? Inilah menariknya, wilayah yang digarap Haji Uma adalah wilayah yang sering diabaikan Tokoh Politik lainnya. Bahkan setelah Haji Uma menggarap wilayah itu, terlihat Dinas sosial seakan hanya tempat nongkrong para eksekutif, tak melakukan apa-apa.
Dari fenomena Haji Uma harusnya orang bisa mengambil kesimpulan, berdebat diruang sidang tak lebih populis dibandingkan dengan turun menjenguk orang miskin. Haji Uma berhasil menjadi anti tesis dari mereka yang menepuk dada seakan membela rakyat setelah keluar dari Hutan sedangkan ketika duduk dikursi empuk tak mau lagi kakinya terkena lumpur.
Kini semua politisi Aceh yang punya keinginan maju sebagai Calon Gubernur Aceh mulai memposisikan Haji Uma sebagai lawan yang paling diperhitungkan. Tak sedikit ingin Haji Uma menjadi wakil mereka.
Lalu kenapa bisa Haji Uma semenarik itu?? Bagaimana pula peta politik Aceh jika Haji Uma maju sendiri? Saya akan tulis ini di pembahasan berikutnya.*
*SETA DEWA (Penulis Adalah Pemerhati Sosial Dan Politik)