Opini
Khazanah Multikultural,Multireligi dan Multiisme
Oleh : Hasan Abdurrahman (LIPIA)*
Konsepsi Heterogen sejak sekian lama menjadi anugrah intuitif dimana masyarakat menerima keberadaannya yang tidak di marjinalkan. Masyarakat Indonesia pada umumnya sudah sangat dewasa dalam hal toleransi baik antar agama, Antar suku bahkan antar politik interest. Tapi sangatlah rentan jikalau propaganda yang sejak dulu pun sudah di gaungkan oleh sosok si Kolonis dan Imperialis, dengan politik adu dombanya 3 setengah abad menjadi kaum yang tertindas diatas darah saudara Nusantara.
Disini lah Perlu adanya sosok yang senantiasa mengaungi kehidupan manusia diferentiatif eksternal kaum ter adu domba. Sosok Bung Karno itulah yang melandasi awal perjuangan Indonesia.Yang senatiasa mengerti bagaimana mengilhami berdirinya sebuah Bangsa dan Negara yang besar.
Khazanah inilah yang membangkitkan kaum intelektualis dalam menggapai satu tujuan penuh dengan banyaknya keilmuan yang masuk dengan Teori baru bahkan Ideologi yang baru yang membawa kepada intuisi khazanah keilmuan Indonesia yang berbeda dari Negara Melayu yang lain.
Bangga adalah jawaban terindah atas Nikmat yang tuhan berikan. Walaupun Negara ini dinggap negara PASAR BEBAS. Setiap apapun Ideologi bisa masuk namun Indonesia sudah sangat besar untuk menerima apapun itu agar berdirinya negara ini melalui tumpah darah bisa selamanya berkifrah dalam monetarium kedaulatan tanpa kenal siapapun yang penting membawa kepada keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Agama sudah sangat kompleks bisa di kendalikan oleh peran idealis para pemuka agamanya baik dalam hal konflik batin. Tapi sudah sangat bijak untuk tidak membawanya ke permukaan.
Suku yang sudah banyak pun bisa di kendalikan dengan munculnya sosok kepala suku yang sangat berperan aktif dalam toleransi kehidupan bersama. Sudah saatnya kita harus mensyukuri khazanah Keindonesian yang selalu di tuangkan agar tidak hancur oleh oknum bangsa sendiri.[Arif]