Opini

Klaim Tanpa Kebenaran Bukti Dungunya Berpolitik

Published

on

Klaim Tanpa Kebenaran Bukti Dungunya Berpolitik

Oleh : Syukur Tadu

Dalam dunia berpolitik, yang sangat dibutuhkan seorang politisi atau aktor politik adalah dukungan dari masyarakat baik secara dukungan secara personal atau dukungan secara kelompok (grup). Dari Dukungan yang mayoritas itu pula yang akan mengantarkan seseorang untuk menduduki jabatan publik.

Politik secara fair (seimbang) adalah politik yang dikehendaki semua elemen masyarakat. Berkompetisi secara sehat.

Namun tetap ada dalam dinamika perpolitikan sampah sampah poltik yang berpolitik tidak beretika dan terkesan curang. Contohnya adalah mengklaim sesuatu tanpa kebenaran.

Politik klaim mengkalim ini sudah menggurita dalam tubuh politik indonesia, baik level nasional maupun daerah. Padahal politik klaim ini tidak produktif, menjadi sebab konflik dan hilangnya pesta demokrasi rakyat. 

Para oknum politik yang suka mengklaim tanpa kebenaran adalah para pendungu dalam politik. Karena pada dasarnya rakyat menginginkan politik yang sehat yang bermartabat, tidak ada pihak yang dirugikan.

Jika ada arus dukungan datang dari masyarakat seperti saat pilkada maka kita nyatakan kepada publik secara terbuka dan sesuai fakta, dengan tidak melebih lebihkan. Begitu juga sebaliknya, jika tidak ada dukungan dari masyarakat maka kita harus menerima sebagai kenyataan.

Dalam politik klaim mengklaim tanpa kebenaran, sekelompok pendukung politik juga harus sadar diri. Jangan asal seenak jidat mengklaim sesuatu, seperti mengkalim telah mendukung seseorang atau kelompok, misalnya mendukung calon kepala daerah yang akan maju, namun pada kenyataanya tidak ada persetujuan dari para pihak calon yang akan berlaga tersebut.

Menjadi apa adanya dalam berpolitik lebih baik ketimbang berlebihan lebihan karena berakibat pada kompetisi tidak sehat pada pesta demokrasi.