Opini
Pesan Wali Nanggroe Hasan Tiro Tentang Lingkungan
Oleh : Syukur Tadu
Pada tanggal 4 desember setiap tahunnya, masyarakat Aceh khususnya mantan para pejuang GAM, memperingati milad GAM. Ada sosok yang paling fenomenal dalam perjuangan GAM tempo dulu yakni Tgk Hasan M. di Tiro, merupakan sang deklarator GAM yang telah tutup usia beberapa tahun silam.
Keunikan dari sosok Hasan Tiro adalah pemikirannya yang universal dan komprehensif dan terefleksi pada pergerakannya sekaligus. perjuangan pergerakan yang dinahkodai olehnya waktu itu tidak saja berkutat di bidang politik dan militer namun juga menyasar di bidang lingkungan. Hasan Tiro secara gamblang menulis sebuah surat dengan judul amanah wali naggroe yang terbit pada tanggal 15 Juni 2009 di Swedia.
Beginilah Isi surat yang berjudul amanah wali nanggro tersebut, "peuselamat uteun Aceh, sebab uten nyan na keuh salah saboh pusaka keneubah indatu yang akan tapulang ke aneuk cuco geutanyoe di masa ukeu" yang terjemahan bebasnya "selamatkan utan Aceh, sebab hutan merupakan warisan nenek moyang yang akan kita wariskan ke generasi selanjutnya".
Dari isi surat (amanah) tersebut kita dapat menangkap betapa hutan atau lingkungan mendapat perhatian khusus dan urgen bagi Hasan Tiro di kala itu, dan selaku wali nanggroe Aceh yang menjadi sosok teladan maka sudah seyogyanya masyarakat Aceh menerjemahkan pesan Hasan Tiro tersebut ke dalam tindakan kongkret.
Selanjutnya, entitas sosial politik yang merupakan transformasi dari Gerakan Aceh Merdeka, juga memiliki peran yang tidak sedikit dalam menjalankan amanah wali tersebut. Agenda restorasi dan konservasi Hutan di Aceh, haruslah dijadikan kampanye dan agenda prioritas bagi seluruh elemen sosial dan politik.
Dengan demikian, mudah mudahan hutan aceh yang merupakan warisan "indatu" tersebut, akam menjadi hutan yang secara terus menerus bisa bermanfaat bagi manusia dan terlhusus bagi anak cucu "bangsa" Aceh yang tinggal di Provinsi Aceh.
Semoga !!!