Opini

Tapileh Raja Nyang Tem Peu Ade, Adak Sineuk Pade Geu Tem Plah Dua

Published

on

Tapileh Raja Nyang Tem Peu Ade, Adak Sineuk Pade Geu Tem Plah Dua

Oleh : Ariefuddin

"Tapileh Raja Nyang Tem Peu Ade, Adak Sineuk Pade Geu Tem Plah Dua", Begitulah penggalan hadih mahja Aceh yang lugas dan sarat makna. Yang bisa  diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, "kita pilih pemimpin yang mau berbuat adil, meski sebiji padi, mau dibelah dua". Ajakan moral yang seperti itu, tidaklah suatu yang asing bagi rakyat, bahkan nyaris saban hari menjelang hari h pemilu, kampanye moral yang seperti demikian terdengar santer di telinga rakyat, demi terpilihnya seorang kepala daerah atau bahkan seorang presiden yang sesuai harapan rakyat.

Tidaklah jarang di warung kopi terdengar obrolan pesimistis saat menjelang hari H pemilukada, pileg dan pilpres. Sebab rakyat memang seringkali dibuat kegamangan dan keresahan dalam memilih seorang pemimpin, karena dianggap tidak memiliki dampak langsung pada perubahan kehidupan sehari hari mereka.

Seringkali Pemimpin yang terpilih tidak sesuai ekpektasi rakyat. Antara ucapan janji dan kebijakan ada jarak yang mengaga. Alih alih mensejahterakan rakyat dan memajukan daerah, para pemimpin justru menyolong uang negara dan membuat rakyat sengsara.

Memilih Pemimpin ketika pemilu merupakan tindakan yang pelik namun mulia, karena kepada merekalah rakyat menggantungkan harapan, menyalurkan kepentingan dan mempercayakan aspirasi untuk dikelola dengan bijak dan arif. Sehingga membaiklah nasib rakyat. Maka berhati hatilah dalam memilih memimpin. Pilihlah figur pemimpin seperti ungkapan hadih mahja aceh diatas. Mudah mudahan kesejahteraan dan keadilan segera dinikmati oleh rakyat. Semoga !