Opini

Tiga Hari di Pidie

Published

on

Tiga Hari di Pidie

Oleh : Luthfi

Bagian I

Perjalanan 3 jam menuju timur aceh sangat melelahkan dan menggembirakan. Lelah karena jarak tempuh yang demikian jauh, gembira karena banyak apa yang dilihat. Kami bertujuan ke kota sigli, kabupaten pidie. Kota yang bersejarah di provinsi Aceh, kalo dulu Aceh sih bukan provinsi, tapi sebuah imperium besar. Serupa dengan negara bangsa seperti saat ini.


Setiba dikota sigli sekitar jam 7.30 malam, kami singgah di mesjid yang bisa dibilang mesjid terbesar di kota tersebut. Kami beristirahat sebentar sebelum akhirnya menunaikan solat isya dan sekaligus menjamak taakhirkan solat magrib yang belum terlaksanakan. Dalam tradisi agama islam, solat yang diwajibkan 5 waktu dalam 24 jam, salah satunya solat magrib.

Setelah ritual solat, kami langsung bergegas keluar mesjid dan menyalakan motor tua supra yang melegenda, gaya sedikit tidak apa apa kan... kenapa dikatakan legend, karen telah menemani dari sepertiga usiaku.

Motor melaju dengan pelan, sembari menyusuri kota sigli yang lumayan indah dan tertata rapih walaupun masih banyak sana sini sampah bekas pakai manusia. Yang akhirnya merusak keindahan kota dan tak elok dipandang mata.

Ditengah tengah kota sigli kami menyamperin sebuah warung nasi goreng, namanya warung ie leubeu yang konon, nasi goreng disitu memiliki rasa yang khas dan lezat. Tapi bener lho saya malah ketagihan, terkonfirmasi sudah mengenai rasanya yang khas itu.

Bersambung.....